Munafik secara bahasa berasal dari kata nafaqa yang artinya lubang tempat bersembunyi. Secara istilah, munafik adalah orang yang menampakkan kebaikan atau keimanan di luar, namun menyembunyikan kebusukan atau kekafiran di dalam hatinya. Sifatnya disebut Nifaq.
Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas agar kita bisa mengenali sifat ini. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat.”
Berbohong (Kadzaba): Lisannya tidak sama dengan kenyataan. Di sekolah, contohnya adalah menyontek tapi bilang tidak, atau menyalahkan teman atas kesalahannya sendiri.
Mengingkari Janji (Akhlafa): Suka mengucap janji namun tidak ada niat untuk menepatinya. Contoh: Berjanji mengembalikan buku besok, tapi sengaja tidak dilakukan.
Berkhianat (Khana): Tidak menjaga amanah yang diberikan. Contoh: Dititipi uang kas kelas, malah digunakan untuk jajan pribadi.
Dibenci Allah dan Manusia: Tidak ada orang yang suka berteman dengan pembohong.
Merusak Persaudaraan: Menimbulkan rasa saling curiga dan tidak percaya.
Ancaman Akhirat: Allah berfirman bahwa orang munafik akan ditempatkan di tingkatan neraka yang paling bawah.
Membiasakan berkata jujur dalam keadaan apa pun.
Berpikir dahulu sebelum berjanji.
Selalu menjaga amanah (tanggung jawab).
Berdoa agar hati dijauhkan dari sifat nifaq.
Selesaikan dengan Nilai Minimal 70 untuk membuka kunci materi selanjutnya.