Iman kepada Rasul artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus manusia-manusia pilihan untuk menyampaikan wahyu dan membimbing manusia ke jalan yang benar. Beriman kepada Rasul adalah Rukun Iman yang ke-4.
Nabi: Orang pilihan yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri, tidak wajib menyampaikan kepada orang lain.
Rasul: Orang pilihan yang menerima wahyu dari Allah dan wajib menyampaikan kepada umatnya.
Catatan: Setiap Rasul pasti seorang Nabi, tetapi tidak semua Nabi adalah Rasul.
Para Rasul memiliki sifat khusus agar tugas dakwah mereka terjaga:
Sifat Wajib (Harus Ada):
Shiddiq: Benar/Jujur (tidak pernah bohong).
Amanah: Terpercaya (tidak pernah khianat).
Tabligh: Menyampaikan (tidak menyembunyikan wahyu).
Fathonah: Cerdas/Bijaksana (mampu menghadapi tantangan).
Sifat Mustahil (Tidak Mungkin Ada):
Kizib (Bohong), Khianat (Curang), Kitman (Menyembunyikan), dan Baladah (Bodoh).
Sifat Jaiz:
Aradhul Basyariyah: Rasul memiliki sifat seperti manusia biasa (makan, minum, tidur, sakit, dan mati).
Ulul Azmi adalah gelar bagi Rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang sangat luar biasa dalam berdakwah. Ada 5 Rasul Ulul Azmi (NIMIM):
Nabi Nuh a.s.
Nabi Ibrahim a.s.
Nabi Musa a.s.
Nabi Isa a.s.
Nabi Muhammad SAW.
Mengajarkan Tauhid (mengesakan Allah), membawa berita gembira (Surga), memberi peringatan (Neraka), dan menjadi teladan akhlak mulia (Uswatun Hasanah).
Selesaikan dengan Nilai Minimal 70 untuk membuka kunci materi selanjutnya.