Menolong dalam Islam disebut dengan Ta’awun, yaitu sikap saling membantu antar sesama manusia dalam hal kebaikan. Menolong adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk saling menolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan, serta melarang saling menolong dalam perbuatan dosa.
"...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..."
Menolong tidak selalu harus dengan uang. Kita bisa membantu dengan:
Tenaga: Membantu mengangkat barang atau membersihkan kelas.
Pikiran: Memberikan ide atau solusi saat teman sedang bingung.
Lisan: Memberikan kata-kata penyemangat atau nasihat yang baik.
Harta: Memberikan sedekah atau meminjamkan alat tulis.
Doa: Mendoakan keselamatan dan kesembuhan orang lain.
Agar pertolongan bernilai pahala di sisi Allah, kita harus memperhatikan:
Ikhlas: Melakukan pertolongan hanya karena mengharap ridha Allah, bukan pujian manusia.
Tanpa Pamrih: Tidak mengharapkan balasan atau imbalan.
Menjaga Perasaan: Tidak mengungkit-ungkit bantuan yang telah diberikan agar tidak menyakiti hati orang yang dibantu.
Segera: Tidak menunda-nunda saat melihat orang lain sangat membutuhkan bantuan.
Dicintai Allah: Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Mempererat Persaudaraan: Menciptakan kerukunan dan kasih sayang.
Pekerjaan Terasa Ringan: Sesuatu yang dikerjakan bersama akan cepat selesai.
Mendapatkan Ketenangan Hati: Menolong orang lain mendatangkan rasa bahagia yang luar biasa.
Selesaikan dengan Nilai Minimal 70 untuk membuka kunci materi selanjutnya.