Secara bahasa, Silaturahmi berasal dari dua kata:
Shilah: Hubungan atau sambungan.
Rahim: Kasih sayang atau kerabat. Jadi, silaturahmi adalah menyambung hubungan kasih sayang kepada keluarga, kerabat, dan sesama Muslim.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
Berdasarkan hadist di atas, ada dua keuntungan luar biasa:
Diluaskan Rezeki: Rezeki tidak selalu uang, tapi bisa berupa kesehatan, kemudahan urusan, dan rasa cukup.
Dipanjangkan Umur: Namanya akan selalu dikenang dengan kebaikan meskipun sudah wafat, atau umurnya diberkahi untuk banyak beramal saleh.
Ikhlas: Berniat karena Allah, bukan karena ingin diberi sesuatu.
Waktu yang Tepat: Tidak bertamu di waktu istirahat (tengah malam atau siang hari saat istirahat).
Berpakaian Rapi: Menghormati tuan rumah.
Menjaga Lisan: Tidak membicarakan keburukan orang lain (Ghibah).
Saling Memaafkan: Membersihkan hati dari dendam.
Islam melarang keras memutus tali persaudaraan. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memutus silaturahmi terancam tidak masuk surga. Kita tidak boleh mendiamkan saudara lebih dari 3 hari saat berselisih.
Selesaikan dengan Nilai Minimal 70 untuk membuka kunci materi selanjutnya.